Ketua Pemuda Pasir Angin Kecam Aktivitas Truk Material Santorini: “Hargai Kami sebagai Warga di Sini”
CILEGON, topsatumedia.com - Aktivitas kendaraan pengangkut material tambang yang keluar-masuk kawasan Santorini mendapat sorotan dari warga Pasir Angin.
Warga menilai lalu lalangnya truk material di jalan lingkungan berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah yang berada di perbatasan Kelurahan Cikerai Dan Desa Balaikambang Kabupaten Serang Selasa (1/9/2026)
Ketua Pemuda Pasir Angin, Ahmad Aminudin,"mengungkapkan mengecam kondisi tersebut.
Ia meminta pihak pengelola Santorini memperhatikan keberadaan warga sekitar dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait mengenai aktivitas kendaraan pengangkut material.
“Kalau memang jalan ini bukan lingkungan mereka, kenapa aktivitas kendaraan justru banyak melewati jalan kami? Kami minta pihak Santorini menghargai kami sebagai warga di sini,” ujar Ahma
Menurut Ahmad, jalan tersebut merupakan jalan lingkungan sekaligus jalur alternatif yang digunakan masyarakat untuk membantu mengurai kemacetan.
Karena itu, aktivitas truk material yang berlangsung sejak pagi dinilai perlu diatur, terutama pada jam anak-anak berangkat dan pulang sekolah.
Ia juga menyoroti kondisi kendaraan pengangkut batu dan pasir yang disebut tidak selalu menggunakan penutup terpal.
Material dan debu yang beterbangan dikhawatirkan mengganggu pengendara sepeda motor yang melintas.
“Batu dan pasir itu seharusnya ditutup terpal. Kalau debunya beterbangan dan mengenai pengendara, siapa yang bertanggung jawab kalau sampai terjadi sesuatu?” jelasnya
Selain persoalan keselamatan, Ahmad mempertanyakan perhatian pihak Santorini terhadap masyarakat sekitar. Ia mengatakan pihaknya pernah mengajukan proposal bantuan dalam rangka kegiatan HUT Kemerdekaan pada Agustus 2026, tetapi menurut dia tidak memperoleh bantuan.
“Kami kecewa. Kemarin kami sudah mengajukan proposal dan berkomunikasi dengan pihak Santorini untuk kegiatan 17 Agustus, tetapi hasilnya nihil. Kami merasa seperti anak tiri, padahal yang kami perjuangkan juga untuk kepentingan masyarakat,”jelasnya
Ahmad berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik antara warga dan pengelola Santorini. Ia meminta adanya pertemuan bersama untuk mencari solusi, termasuk pembahasan mengenai jam operasional kendaraan, keselamatan pengguna jalan, serta kontribusi sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar.
“Kami sebenarnya ingin duduk bersama agar ada kesamaan. Kami ingin persoalan ini diselesaikan dengan baik,”terang
Namun, Ahmad menegaskan warga tidak akan tinggal diam apabila keluhan tersebut tidak mendapat respons. Ia menyebut masyarakat siap melakukan aksi sebagai bentuk protes apabila tidak ada kesepakatan.
“Kalau teguran ini tidak digubris dan tidak ada kesepakatan, kami sebagai warga Pasir Angin siap melakukan aksi. Kami juga bisa mengambil langkah untuk menghentikan kendaraan agar tidak lagi melewati jalan lingkungan ini,” tegasnya.
Senada dengan Ahmad, dukungan juga disampaikan sejumlah warga dan pengurus RW setempat.
Mereka mengeluhkan banyaknya truk pengangkut batu dan pasir yang melintas secara berulang melalui kawasan tersebut.
Warga terutama meminta agar setiap truk pengangkut material menggunakan terpal dengan baik. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi debu maupun material yang berpotensi jatuh ke jalan dan mengganggu pengendara.
Selain itu, warga berharap pihak pengelola Santorini dapat membangun komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat sekitar serta memberikan kontribusi sosial atau CSR kepada lingkungan yang terdampak aktivitas kendaraan.
Warga menilai penyelesaian persoalan melalui dialog dan koordinasi dengan pihak terkait menjadi langkah penting agar aktivitas usaha tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan, kenyamanan, dan kepentingan masyarakat sekitar.
(him/Nus)

Posting Komentar