Maulid Nabi di SDIT Bina Insani Sukamulya Makin Semarak, Siswa Jadi MC hingga Unjuk Bakat di Atas Panggung
Tangerang, topsatumedia.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H di SDIT Bina Insani Sukamulya berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat. Bukan sekadar seremoni keagamaan, momentum tersebut juga menjadi panggung bagi para siswa untuk menunjukkan bakat, keberanian, dan kemampuan tampil di depan publik.
Kegiatan yang digelar pada Jumat, 4 September 2026, sekitar pukul 08.00 WIB, diikuti seluruh peserta didik kelas 1 hingga kelas 6 bersama jajaran dewan guru SDIT Bina Insani.
Berbeda dari kegiatan yang melibatkan orang tua, peringatan Maulid Nabi kali ini tidak mengundang wali murid. Seluruh rangkaian acara difokuskan kepada peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran sekaligus pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Sejumlah perlombaan menjadi bagian dari kemeriahan kegiatan. Para siswa berkesempatan mengikuti lomba Nasyid/Salawat, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Azan, pidato, hingga kaligrafi.
Antusiasme peserta didik terlihat dalam setiap perlombaan. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk berani menunjukkan kemampuan serta mengembangkan potensi yang selama ini mereka miliki.
Yang tak kalah menarik, sejumlah peserta didik dipercaya menjadi Master of Ceremony (MC) untuk memandu jalannya rangkaian acara.
Kepercayaan tersebut bukan tanpa alasan. Pihak sekolah sengaja memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengambil peran langsung dalam kegiatan agar mereka terbiasa berbicara di depan banyak orang, mampu mengatur jalannya acara, sekaligus membangun rasa percaya diri dan mental sejak dini.
Tak hanya siswa, jajaran dewan guru pun turut mengambil bagian dalam kemeriahan Maulid Nabi. Para guru menampilkan Hadroh dan bersama-sama memandu prosesi Mahalul Qiyam, menciptakan suasana religius yang semakin khidmat.
Dalam sambutannya, Kepala SDIT Bina Insani, Dian Irmasari, S.Sos., M.Pd., mengajak seluruh siswa menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk mengenal sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW.
«“Hari ini kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kita tidak hanya mengingat kelahiran Rasulullah, tetapi juga belajar meneladani akhlak beliau,” ujar Dian Irmasari (Kepsek SDIT BINA INSANI).
Salah satu pesan yang ditekankan Dian Irmasari adalah pentingnya menjaga lisan. Menurutnya, lisan memang kecil, tetapi perkataan yang keluar dapat memberikan pengaruh besar terhadap orang lain.
“Dengan satu ucapan, kita bisa membuat orang lain bahagia. Tetapi dengan satu ucapan pula, kita bisa membuat orang lain sedih, marah, bahkan terluka,” katanya.
Dian Irmasari kemudian mengajak para siswa membiasakan diri berpikir sebelum berbicara dengan mengajukan tiga pertanyaan sederhana kepada diri sendiri.
Apakah ucapan saya benar? Apakah ucapan saya baik? Apakah ucapan saya bermanfaat?
“Kalau jawabannya tidak, maka lebih baik diam,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar pembelajaran agama yang diterima siswa tidak hanya berhenti pada kegiatan mengaji dan beribadah, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
“Jangan sampai tangan kita rajin berdoa, tetapi lisan kita masih suka mengejek. Jangan sampai kita rajin mengaji, tetapi masih suka berkata kasar kepada teman,” tegasnya.
Menurut Dian Irmasari (kepsek SDIT BINA INSANI), menjaga lisan merupakan salah satu bentuk sederhana dalam meneladani Rasulullah SAW yang dapat diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadikan lisan kita sebagai sumber pahala, bukan sumber masalah,” pesannya.
Sementara itu, hadir sebagai penceramah sekaligus pemilik Yayasan Bina Insani, H. Sambas, S.Ag., M.M.Pd. Dalam tausiyahnya, ia memberikan pesan-pesan keagamaan dan penguatan tentang pentingnya meneladani Rasulullah SAW, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda.
Peringatan Maulid Nabi di SDIT Bina Insani Sukamulya tahun ini akhirnya tidak hanya menjadi momentum mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter.
Melalui perlombaan, seni religi, hingga keterlibatan langsung siswa sebagai MC, sekolah memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik untuk berani tampil, percaya diri, kreatif, sekaligus belajar bertanggung jawab.
Dari panggung Maulid Nabi inilah, para siswa tidak hanya diajak untuk mengenal sosok Rasulullah SAW, tetapi juga belajar membawa nilai-nilai keteladanan beliau ke dalam kehidupan sehari-hari.
Maulid Nabi bukan hanya tentang merayakan kelahiran Rasulullah, tetapi tentang bagaimana akhlak Rasulullah tumbuh dalam diri generasi penerus. (*/De2n)
Baca Juga:

Posting Komentar